contoh kalimat universal history
- Khorenatsi's work became the first attempt of a universal history of Armenia.
Karya Khorenatsi menjadi usaha pertama sejarah universal Armenia. - The first part (Greek, Chronographia, "Annals") gives a summary of universal history from the sources, arranged according to nations.
Bagian pertama (bahasa Yunani, Chronographia, "Annal") memberikan ringkasan sejarah universal dari sumber-sumber, diatur menurut bangsa-bangsa. - This included the universal history text of the Zizhi Tongjian, compiled into 1000 volumes of 9.4 million written Chinese characters.
Contohnya adalah teks sejarah universal Zizhi Tongjian yang disusun menjadi 1.000 volume yang mengandung 9,4 juta aksara Tionghoa. - This splintering is a landmark historians use to divide the ancient period of universal history from the pre-medieval "Dark Ages" of Europe.
Pecahan ini ditengara digunakan para sejarawan untuk membagi periode kuno sejarah universal dari "Abad Kegelapan" pra-abad pertengahan Eropa. - Ibn Khaldun, an Arab Muslim historiographer and historian and one of the founding fathers of modern historiography author of Muqaddimah a universal history of time.
Ibn Khaldun, historiografer dan sejarawan Muslim Arab, salah satu pendiri historiografi modern, penulis Muqaddimah (sejarah waktu universal). - The final major extant source for the period is the universal history (Bibliotheca historica) of the 1st century BC Sicilian, Diodorus Siculus.
Sumber penting terakhir untuk periode ini adalah sejarah universal (Bibliotheke historika) karya penulis asal Sisilia abad ke-1 SM, Diodoros Sikolos. - Much of Diodorus's writing about this period is drawn from the much earlier Greek historian Ephorus, who also wrote a universal history.
Banyak dari tulisan Diodoros mengenai periode ini diambil dari sejarawan Yunani yang lebih awal, yaitu Ephoros, yang juga menulis sejarah universal. - This is a universal history from the time of Qur'anic Creation to 915, and is renowned for its detail and accuracy concerning Muslim and Middle Eastern history.
Kitab ini berisi sejarah dunia hingga tahun 915, dan terkenal karena keakuratannya dalam menuliskan sejarah Arab dan Muslim. - Eusebius' Chronicle, which attempted to lay out a comparative timeline of pagan and Old Testament history, set the model for the other historiographical genre, the medieval chronicle or universal history.
Chronicon (Kronik) karya Eusebius, yang mencoba membandingkan garis waktu sejarah pagan dan sejarah Perjanjian Lama, menjadi contoh bagi penyusunan genre karya-karya tulis sejarah lainnya, kronik abad pertengahan atau sejarah dunia. - Although the Ancient-Medieval-Modern division of history was used earlier by Italian Renaissance scholars Leonardo Bruni and Flavio Biondo, Cellarius' Universal History Divided into an Ancient, Medieval, and New Period helped popularize it.
Meskipun pembagian sejarah Kuno-Pertengahan-Modern sebelumnya dipakai oleh para cendekaiwan Renaisans Italia Leonardo Bruni dan Flavio Biondo, Sejarah Universal Terbagi dalam Periode Kuno, Pertengahan dan Baru karya Cellarius membantu mempopulerisasikannya. - In 1065 AD, Emperor Yingzong of Song ordered the great historian Sima Guang (1019–1086 AD) to lead with other scholars such as his chief assistants Liu Shu, Liu Ban and Fan Zuyu, the compilation of a universal history of China.
Pada 1065 Masehi, Kaisar Yingzong dari Song memerintahkan sejarawan besar Sima Guang (1019–1086 Masehi) untuk memimpin sarjana-sarjana lainnya seperti ketua asistennya Liu Shu, Liu Ban dan Fan Zuyu, membuat sebuah kompilasi dari sebuah sejarah universal China. - Despite numerous errors taken from Eusebius, and some of his own, Jerome produced a valuable work of universal history, if only for the example which it gave to such later chroniclers as Prosper of Aquitaine, Cassiodorus, and Victor of Tunnuna to continue his annals.
Meskipun ada banyak kesalahan yang diambil dari Eusebius, dan beberapa kesalahan sendiri, Hieronimus menghasilkan karya yang berharga mengenai sejarah universal, sekalipun jika hanya untuk menjadi contoh bagi para penulis sejarah berikutnya sebagai Prosper dari Aquitaine, Cassiodorus, dan Victor dari Tunnuna untuk melanjutkan catatannya.